"Kenapa Abang melakukan itu?" ucap Asma dengan bibir mengerucut. Ia tau jika Juragan Jali sedang mengambil kesempatan untuk memanfaatkan situasi yang sedang terjadi. Wisnu tersenyum, tangannya masih setia mengusap lembut ujung kepala Asma. Lelaki itu sama sekali tidak memberikan jawaban apapun kepada Asma. "Uang satu milyar itu kan sangat banyak sekali, Bang!" suara Asma terdengar lesu. Ia tidak rela jika Wisnu akan memberikan uang itu pada lelaki beristri banyak itu. "Tidak apa-apa!" sahut Wisnu setelah beberapa saat ia terdiam. Sontak Asma menarik kepalanya dari bahu lelaki yang baru saja menuntaskan hasrat bersama dengannya. Menuntaskan rindu yang selama ini menyiksa batinnya. "Kok begitu?" protes Asma. "Iya tidak apa-apa!" Wisnu menatap. "Tapi itu kan uang yang sangat banyak seka

