Bagaimanapun, Alaric tetap senang dengan kepulangan kakaknya jauh dari Utah, meskipun dia terkadang merasa tersisihkan. Dia pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mencurahkan isi hatinya tentang keadaan sekolah, terutama perundungan yang kerap dialaminya. Ternyata Alaric sudah bisa mengatasinya, dan sekarang dia memiliki banyak teman dari berbagai kalangan. “Yang paling seru itu teman sama Dorman, anak preman pasar Senen. Kalo aku dipalak, besoknya teman yang malak aku harus kembaliin uang aku tiga kali lipat, kalo nggak, habis dia sama Dorman,” ungkap Alaric dengan gaya santainya. Dan Nevan bergidik mendengar cerita Alaric tentang teman-teman di sekolahnya. “Temen kok sama preman,” gumam Amanda, dia terus mencibir setiap kali Alaric bercerita tentang teman-temannya yang sok jagoan.

