Wenny memutuskan untuk tetap tinggal di Jakarta sampai keadaannya benar-benar pulih. Hari ini dia melepas kepergian kakek Poer dan nenek Rahmah yang akan kembali pulang ke Pekalongan, juga Jeanny dan bibi Laras. Wenny merasa sangat sedih, terutama melihat raut wajah kakek Poer saat pamit. Dia tahu kakeknya pasti akan merindukannya, karena setiap hari kehadirannya selalu diharapkan kakek Poer. Kakek Poer sangat nyaman jika Wenny berada di dekatnya, juga sangat mempercayainya. “Nggak perlu sedih. Kamu memang harus banyak istirahat. Nanti juga, ‘kan pulang ke Pekalongan. Kakek dan nenek pasti baik-baik saja, ada bibi Laras, ada Jeanny juga. Justru kakek sedih kalo kamu pulang ke Pekalongan, tapi wajahmu murung.” Wenny tahu, di samping fisiknya belum sepenuhnya pulih, dia sebenarnya masih in

