Bab 95. Kehangatan Keluarga

1056 Words

Mardi tidak melawan sama sekali ketika beberapa petugas mengamankannya, dia membiarkan kedua tangannya terikat. Wajahnya menunjukkan perasaan lega ketika melihat wajah Agung meringis kesakitan sambil memanggil-manggilnya. Setidaknya, Agung merasakan apa yang anaknya alami, rasa sedih yang amat dalam karena disakitinya. Tidak ada yang lebih menyedihkan lagi, dari disakiti dan dikhianati orang terdekat. “Hikam! Agung luka parah dan dia bersama Damian sekarang. Aku urus Mardi!” Alvaro berseru ke Hikam dan dua orang laki-laki bertubuh tegap, yang baru saja tiba di kantor polisi malam itu. Hikam terheran-heran melihat keadaan di kantor yang agak sepi tapi beberapa petugas sibuk ke sana ke mari. “Mardi datang menikam Agung dengan kerisnya,” ujar Alvaro, tidak ingin Hikam bertanya-tanya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD