Bab 106. Damai Hati Damian

1121 Words

Damian pulang ke apartemen dengan perasaan bahagia dan berbunga-bunga. Meskipun dia sudah yakin bahwa hasil tes dna berpihak kepadanya, tapi dia tetap saja tidak mampu menghindar dari rasa syok dan bahagia. Kedatangannya disambut keluarga terdekat yang sudah berkumpul di apartemennya yang luas. Semuanya berkumpul dan bersorak serta bertepuk tangan saat Damian dan Nirmala melangkah masuk ke dalam, berebut memeluk keduanya. Orang yang terakhir Damian peluk adalah Wenny, keduanya berpelukan dan menangis terisak bersama. “Maafkan Papi, Wenny. Maafkan—“ ucap Damian yang masih memeluk Wenny erat-erat. Dia masih saja merasa bersalah. “Papi, kenapa Papi minta maaf kepadaku?” “Papi….” Tenggorokan Damian seolah tercekat ketika akan melanjutkan kata-katanya. “Papi sudah membuatmu menderita, sean

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD