Bab 122. Bijak David

1068 Words

Tangisan Tsamara berubah raungan, berteriak mengatakan bahwa apa yang dikatakan putrinya adalah tidak benar. “Kang Dedi sendiri yang mengakuinya, Mama. Coba Mama tanyakan langsung kepadanya. Mama nggak bisa mengelak lagi, akuilah!” tantang Alana yang semakin berani. Darah Tsamara bergejolak, panas mendengar kata-kata Alana. “Mama melakukan ini semua demi kamu, Alana. Beraninya kamu mempermalukan Mama!” “Tapi Mama tidak malu bekerja sebagai wanita malam! Mana malu Mama? Mana? Nggak ada lagi malu dalam hidup Mama! Mungkin aku adalah malu Mama!” Tsamara ingin sekali memburu Alana dan mencekalnya, tapi kedua tangannya ditahan David, dan Alana sendiri dicekal Dedi. Ibu dan anak itu saling menyerang dengan berteriak. “Iya, benar! Kamu adalah maluku! Kamu … kamu anak durhaka! Berani-beraniny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD