Fiza jadi mengkhawatirkan Alana, sahabat cantiknya itu tidak pernah semabuk sekarang ini. Alana biasanya masih bisa mengontrol diri untuk tidak banyak minum. Fiza kembali menemui pria yang mengajak Alana menari dan memintanya untuk menjaga Alana sebentar agar dia bisa memanggil Dedi untuk menjemput Alana segera. Untungnya pria itu mau dan duduk menemani Alana. Rasa khawatir Fiza berubah lega ketika sudah melihat sopir Alana yang tengah duduk santai di atas sebuah bangku tunggu di dekat parkiran mobil. Ada banyak sopir lain yang duduk di sisi kiri dan kanan Dedi. “Non Fiza?” Dedi langsung berdiri dari duduknya karena melihat Fiza datang tergesa-gesa dengan wajah khawatir. “Pak, Alana mabuk banget, Bapak harus antar dia pulang.” Tanpa pikir panjang. Dedi bergegas memasuki klub, langkahn

