Gairah Natta bangkit dan bergelora, dia melepas sweater dan kaus tipisnya bersamaan hingga bertelanjang d**a. Dengan semangat membara, sambil melumat bibir Wenny, dia merebahkan tubuh Wenny di atas sofa. “Aku mencintaimu, Wenny,” ucap Natta sambil mengusir rambut Wenny yang menutupi separuh wajahnya. Natta bahagia melihat senyum lebar di wajah Wenny, apalagi ketika mendengar Wenny membalas ucapan cintanya. “Aku juga mencintaimu, Natta—“ Natta membantu melepas pakaian dari tubuh Wenny, sekaligus bra yang melekat di d**a, melempar pakaian-pakaian itu ke atas lantai. Tanpa ayal, Natta memburu d*da kenyal dan menghisapnya sedikit kuat secara bergantian. “Oh, Natta. Oooh.” Wenny mendesah dan sekujur tubuhnya mulai gelisah. Dia membelai rambut Natta dan mendekap erat kepala Natta di d**a. “

