"Scott, hei, Scott Beverlard?" Panggil Hans sambil mengguncangkan bahu pria yang sudah lama berkecimpung di dunia yang sama degannya itu hingga perhatian pria itu pun mulai teralih dari lamunan. "Kau tidak apa-apa?" "Ah, maaf ...." Balas Scott sambil memijit pangkal hidungnya, karena pusing. "Kenapa melamun?" "Tidak, aku hanya ... maksudku, kenapa aku bisa bertingkah seperti itu di dalam ruangan tadi." Jawab Scott dengan wajah yang cukup frustrasi, mengingat tingkahnya yang sangat menyebalkan dan mugkin setelah ini, ketika persiapan selesai dan mereka diterbangkan ke Jepang dalam waktu tiga jam ke depan, bukan tidak mungkin kalau Scott akan dianaktirikan. Namun, sepertinya berbeda dengan Hans. Pria tinggi yang sejak tadi tidak berhenti memperhatikan Scott merasa kalau tingkah komandan

