Monster-monster tak terlihat itu masih bersembunyi di semak belukar dalam hutan rapat yang berada di tengah kota tersebut. Megumi yang masih menggenggam Katana miliknya terus memperhatikan ke arah belukar rapat itu. Memandang seekor monster yang dia yakin sudah berdiri di dahan yang sama, selama dua hari terakhir. Mata monster itu terus menatap ke arah dinding, bertemu dengan sepasang mata tajam milik Megumi dan mereka saling memelototi satu sama lain dalam diam. Hingga ketika Megumi menarik Katana dari sarungnya, monster itu menggeram degan taring yang diperlihatkan ke arahnya. Kuku tangan monster itu yang sangat tajam pun menancap dalam dan nyaris menghancurkan pohon di mana dia berpijak. "Oh, ternyata kau jauh lebih cerdas dari mereka ya ...." Gumam Megumi sambil tersenyum. Tak lama

