Bab 37

2325 Words

2021 Kyoto — Japan Dōjō Ozusha -Shi . . . Megumi menatap tangannya yang bergetar hebat. Rasa lelah dan sakit yang juga membuat telapak tangannya penuh luka dan darah yang terus mengucur tak membuat Megumi berhenti mengayunkan cangkulnya untuk menggali tanah agar dia bisa menguburkan orang-orang yang mati di Dōjō tersebut. Sepasang Megumi terlihat sangat merah, sangat sembab, wajahnya mengatakan kalau dia sangat sedih akan tetapi, air mata seolah enggan untuk ke luar lagi dari pelupuk yang sudah bengkak itu. Lubang sedalam tiga meter yang dia gali di halaman luas tepat di depan aula seluas seribu dua ratus meter itu kini sudah terlihat seperti lubang untuk kolam renang yang siap diisi. Namun, tidak oleh air, melainkan mayat-mayat anggota klan -nya yang bahkan sudah tidak utuh. Denga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD