″Maafkan aku,″ ucap Jules sembari menyodorkan roti hangat yang baru dibelinya kepada Alice. Alice tidak memberikan komentar, dia hanya duduk manis di dalam kedai roti. ″Jadi, siapa tadi namamu?″ ″Jules,″ jawabnya. ″Ini merupakan pertemuan kita yang kedua kalinya.″ ″Yang kedua?″ ucap Alice bingung. ″Ya ampun, apa kau lupa? Dua pemuda yang hampir dihajar di rumah makan. Apa kau tak ingat padaku?″ Pelan-pelan Alice mencoba mengingat saat di mana dia terombang-ambing di dalam kereta kuda selama setengah hari, lalu saat dia hanya bisa memesan roti sebagai pengganjal perut, dan akhirnya pada pria botak. ″Ternyata, kau yang waktu itu.″ ″Ya, aku yang waktu itu.″ Jules tampak senang duduk berhadapan dengan orang baru. Selama ini, Jules hanya diberondong tugas kenegaraan yang diberikan Hugo.

