Ray menatap beberapa dekorasi yang sengaja sudah ia siapkan untuk melamar Riri malam ini. Ray sengaja menyewa party planner seperti yang disarankan Arif. Ia ingin Riri merasa bahagia dengan kejutan yang ia berikan. Walaupun menurut Ray ini agak berlebihan untuk ukuran acara berdua. Tapi tidak apa-apa. Sekali-sekali menyenangkan Riri, bukan masalah besar kan? “Maaf, Pak untuk cincinnya apa mau disimpan di dalam kuenya?” tanya salah seorang pelayan yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan yang sudah Ray booking. Ray sengaja memilih salah satu ruangan vvip yang mana pemandangannya langsung menghadap gedung pencakar langit. Jika malam hari, gedung-gedung pencakar langit tersebut akan membuat sebuah pemandangan indah yaitu kerlap kerlip lampu yang membuat mata tak ingin berpaling. “Ngga usah, M

