Chapter 39

1626 Words

Arif menaruh satu tangannya di pinggang sambil menatap Ray takjub. “Gue emang selalu bisa akuin kalo pesona lo itu bisa ngalahin gue sejak lo pindah kesini. Inilah buktinya. Pasti fans lo nih yang ngirim beginian.” terang Arif. Ray hanya mengangkat bahunya tanda tak peduli. Arif mengambil 1 botol teh tarik dan meneguknya seraya duduk di kursi tamu. Ray mulai khawatir karena Arif sering sekali mengunjunginya. Pastinya, ada udang dibalik batu. “Apa sih, lo sok sok selalu dateng ke kantor gue tuh ngapain? Nyari restu?” tanya Ray to the point. “Yah ketauan deh.” Arif hanya tertawa pelan. “Nggak ye. Adek gue masih dibawah umur. Nanti kalo pacaran sama lo, wah ngga kebayang betapa dewasanya dia.” “Bagus dong? Dewasa itu kan bukan hal buruk.” Arif membela diri. Ray hanya berdecak lalu mena

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD