Trust me and I promise to protect you Agam Aldric - Deretan rumah berwarna abu-abu dan putih sudah Raka lewati. Tinggal berbelok satu blok lagi barulah ia bisa menghentikan motornya di sana. Di rumah sederhana dengan cat merah jambu yang sedikit mengelupas. Itu rumah Sandra, teman yang tanpa sengaja akhir-akhir ini sering ia temui. "Nah, udah sampai. Seratus ribu, uang pas." ucap Raka, tangannya menengadah satu. Melihatnya Sandra turun dari atas motor, lalu melepas helm. Ia tersenyum geli. "Bukannya seratus ribu memang uang pas? Ada-ada aja kamu. Aku nggak punya kalau uang segitu, ikhlasin aja." Raka berdeham, ekspresinya dibuat serius. "Kalau gitu si tukang ojek ini minta es teh, es buah, atau es batu aja, deh. Serius, asal jangan kopi pahit." "Kenapa? Nggak suka kopi?" "Bukan. Ka

