Hanya sesederhana ini cara untuk tersenyum. Kamu barangkali tidak mengerti apa yang kumaksud Agam Aldric - "Siapa?" Agam mendengus kesal sembari melepas apron berwarna hitam bergaris merah yang ia pakai. Kemudian menjauhkan wajah Raka yang berada di depannya dengan satu dorongan telapak tangan. "Gue timpuk beneran lo kalau masih ngikutin." Raka merengut, lalu tersenyum sangat lebar. Sikapnya sejak pagi benar-benar membuat Agam ingin menguncinya di gudang. Diikuti ke mana pun ia berjalan sejak lima belas menit lalu, tentu Agam merasa perlu melakukan sesuatu untuk membuat Raka diam. "Gam, kita temenan udah lama. Kalau dibulanin udah nggak kehitung pakek jari. Ngapain masih ada rahasia di antara kita." ucap Raka. Menghadang jalan Agam di depan kasir. "Bahasa lo, t*i. Geli gu

