Seperti yang Aletha duga, keesokan harinya ucapan Agam pada Kakeknya benar-benar membuatnya dalam masalah. Aletha dikurung selama dua hari. "Merepotkan. Saya hanya pergi sekolah, bukan untuk berperang. Kenapa ada banyak pasukan di sini?" ucap Aletha. Ia berdecak menutup pintu mobil. Tidak ada sepatah kata pun untuk basa-basi sebagai bantahan. Aletha sudah tidak mengerti bagaimana caranya ia tidak menjadi seorang tahanan lagi. Sejak dua hari lalu ia tidak ingin bertemu dengan Thomas, sejak Agam mengucapkan kalimat panjang yang menguras emosinya. Hari ini sebenarnya ia masih tidak diperbolehkan pergi ke sekolah, namun Aletha berdiri dengan kekeras kepalaannya. Juga Kakeknya sedang tidak berada di rumah. Itu adalah sebuah izin untuknya pergi tanpa repot-repot mendebat lagi. "Ngapain lo?

