Bagian 91

2197 Words

20 Desember 2020 Masalah baru pun muncul saat aku melepas dirimu. * "Masuklah, Kak Andra! Kita bisa bicara dengan tenang di sini." Aku sudah siap untuk bicara dengan Kak Andra. Selain itu, semoga dengan perbincangan antara aku dan Kak Andra. Mereka tidak bertengkar lagi. Aku berharap melalui perbincangan ini Kak Andra bisa menghargai dan mengerti keputusanku. Sama seperti aku yang menghargai dan mengerti keputusannya. "Jangan tutup pintunya!" ujar Kak Adrian seraya menahan pintu. Aku tahu dia masih sangat khawatir bila meninggalkan aku berdua dengan Kak Andra. "Tapi kau diam di luar." Kak Andra menatap sinis pada Kak Adrian. Perkiraan mama mengenai Kak Andra dan Kak Adrian yang akan bertengkar ternyata benar adanya. "Aruna ...?" "Ya, Kak ...? Apa kabar?" Kami pun mulai bicara.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD