Begitu banyak informasi penting yang didapat hari ini. Semua terjadi begitu cepat sampai aku bingung bagaimana membuat rencana untuk mengatasinya. "Kak Adrian ...," panggil seseorang yang tak lain adalah Aruna. Dia duduk menemaniku di sebuah ayunan yang menghadap ke arah pantai. "Lagi mikirin apa sih?" tanya Aruna. Dengan senyum tipis aku jawab pertanyaannya. Dia pun meletakkan kepalanya di atas bahuku. Aku tau, dalam pikirannya dia lebih ketakutan daripada yang terlihat. "Jika dari cerita Prana tadi, itu artinya Riska masih hamil dan ia menyembunyikan kandungannya. Apa kau yakin menurutmu itu adalah anak Andra?" tanyaku. "Emmm ...." Aruna hanya menjawab dengan gumaman singkat. "Aruna, apa kau sakit hati? Apa kau cemburu?" Hanya terdengar embus napasnya, Aruna diam tak menjawab

