24. Game

2055 Words

Pintu apartemen diketuk berkali-kali dengan kelewat kencang. Jangan tanyakan bagaimana bunyi berisik bel yang sedari tadi menganggu. Taeri tahu bahwa ada yang datang, dia bukan tipikal sulit terbangun, namun dia sedang sibuk mandi. Lagipula juga terhitung cepat karena ia hanya perlu membilas. Setelah mengambil baju handuk, Taeri segara membuka pintu sebelum habis dirusak. Sebenarnya sudah bisa ditebak siapa yang berdiri ketika ia membuka pintu. Tak banyak orang yang mengenalnya apalagi sampai ke apartemen. "Jungoo?" sapa Taeri dengan mata membulat yang entah keterkejutan untuk hal apa. Jungoo segera masuk namun pandangannya tak bisa lepas dari Taeri yang hanya mengenakan baju handuk. Bahkan rambutnya masih basah. Harum tubuh Taeri menyerbak menggelitik hidung Jungoo dan memberi godaan pa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD