17. Juu Nana

1082 Words

Iona tidak bisa bangun dari tempat tidurnya, ia merasa tidak memiliki tenaga lagi bahkan hanya untuk sekedar mengatakan satu kata saja. Tangan Haru ada di atas perutnya, rasa sakit yang sudah pria itu berikan, masih terasa pada bagian bawahnya. Iona pun hanya bisa terdiam di atas tempat tidurnya dengan menahan rasa hancur. Tidak lama setelah itu, Haru membuka mata. Ia melihat Iona meneteskan airmata. Dan jemari pria itu kembali menyentuh Iona, mengusap air yang hampir saja jatuh dari wajah polosnya. Haru bergerak membenarkan posisinya menjadi setengah duduk. Ia memeluk erat tubuh Iona dan mengecup puncak kepala wanita itu. “Iona, kau milikku. Aku tidak akan melepaskanmu setelah ini,” ujar Haru. Iona tidak menjawab dan memilih untuk diam. Merasa jika Iona sudah lebih baik, Haru beranja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD