Setelah dua hari tidak sadarkan diri, hari ini Iona mulai membuka matanya perlahan. Pandangannya mulai mengedar di seluruh penjuru kamar, dan dia terpaku pada seorang pria yang sedang duduk di samping ranjang dengan menatapnya penuh lega. Pria itu adalah Haru, dia selalu ada di sana sampai Iona membuka kedua matanya, tidak pernah pergi lebih dari lima menit. Bahkan, jika ada pekerjaan yang mendesak, dia selalu menyuruh orang-orangnya untuk datang ke Mansion. Iona mulai tersenyum, tangannya bergerak meraih wajah Haru. Sebuah kalimat pun terucap dari bibir Iona,”terima kasih karena masih bertahan di sini.” “Iona … selamat datang.” Iona bergerak membenarkan posisinya, mereka kini duduk berhadapan dan saling menatap. Ada banyak sekali hal yang ingin mereka bagi selama dua hari tidak saling

