Veronica bergegas pergi ke dapur untuk membuatkan kopi untuk sang suami. Dia sempat menguap beberapa kali. Tak biasanya dia tetap aktif di tengah malam. Ia mengkhawatirkan kondisi Will sekarang. Saat sedang membuatkan kopi, tak disangka ayah tiri Will alias Vincent datang mendekat. Dia sepertinya sudah menunggu saat Veronica keluar agar bisa dia goda. Sudah lama dia tidak bersama wanita cantik untuk bersenang-senang. Selama ini, dia hanya menyenangkan wanita tua. Iya, itu jelas agar keuangannya terus mengalir. Tiba-tiba saja Vincent berdiri di belakangnya, jelas saja Veronica kaget, dia tidak mengira kalau pria ini berani sekali terlalu dekat dengan dirinya, apalagi sampai sedekat ini dengan punggungnya. “Mau apa kau?” Veronica berbalik badan, tapi hal itu dimanfaatkan oleh Vincent deng

