Veronica pergi dengan mobil sewaan yang terparkir di halaman depan penginapan. Benar apa kata Will, pedal gas mobil itu berat, bahkan setir kemudi juga sulit dikendalikan. Ia yang sudah terbiasa dengan kemewahan yang diberikan Will terlihat sedikit jengkel. Namun, dia tetap bisa mengendarai mobil tersebut, dan melajukannya ke arah swalayan sebagaimana yang dikatakan oleh Will tadi. Dia diam hingga George dan istrinya keluar dari swalayan dengan membawa beberapa kantong belanjaan. Mereka tertawa riang, dan itu membuat emosi Veronica meledak. Dia menginjak pedal gas, mengarahkan mobilnya ke arah mereka. Tujuannya adalah George, tapi kelihatannya dia sudah gelap mata sehingga tak peduli sekalipun istrinya sudah tertabrak. Si kepalanya, dia menginginkan George untuk mati. George kaget de

