Will mengajak Veronica makan siang di hotel, alih-alih pergi ke lobi, dia malah memilih memasukkan wanita itu langsung ke dalam kamar. Veronica jelas menyetujui hal tersebut. Itu yang dia inginkan dan rencanakan. Dia tidak percaya kalau akan semudah ini menaklukkan Will. “Oh, Will Sayang, kau kelihatannya bukan pria yang baik dibalik tampang tampan ini.” Veronica sedang duduk di pangkuan Will. Sedangkan Will sudah ada di tepi ranjang. Sementara makan siang mereka ada di meja depan ranjang. Tampaknya hawa panas dari pantai tidak sepanas diri mereka saat ini. Gejolak asmara yang datang mendadak itu sulit ditolak. Will membelai pinggang ramping Veronica yang terbuka lebar. Dia agak cemburu karena semua orang sudah pasti menikmati pemandangan wanita indah itu. “Jangan berkata begitu, kau se

