Pagi pun datang. Will selalu bangun lebih pagi dari siapapun seolah-olah ada alarm dalam tubuhnya yang memaksanya bangun tepat waktu. Dia melihat istrinya yang masih terlelap, dan mencuri kesempatan untuk mengecup kening. Setelah itu, dia menaikkan selimutnya. Penghangat ruangan masih berfungsi normal, tapi udaranya masih terasa dingin. Will mengambil handuk dari dalam koper, lalu beranjak ke kamar mandi. Dia masih menguap sesekali. Suara air shower dari kamar mandi itulah yang membangunkan Veronica. Dia terbangun dan menyadari kalau selimutnya dinaikkan terlalu tinggi. Dia duduk diam di atas ranjang sembari memikirkan kejadian semalam. Semenjak hamil, dia sudah tidak berhubungan badan dengan Will. Namun, apa yang terjadi semalam, kedekatan mereka begitu mesra. Dia tidak bisa melupaka

