28 DESEMBER 2020 DIANDRA LOVIA SARADIKA _____________________________ AWALNYA, aku mengira bahwa absennya Javar di kasur—tidak akan berarti apa-apa. Aku kira hanyalah sekedar rindu. Menahan rindu 'kan tidak masalah. Toh, hanya seminggu saja. Sayangnya semuanya berbeda ketika Javar meninggalkan rumah malam itu. Aku yang biasanya sangat mudah tidur ketika lelah, tiba-tiba saja terjaga selama beberapa malam karena merasa ada yang hilang dari sampingku. Guling hidup yang biasa menjadi sandaran ketika tidur tidak ada. Ternyata aku terbiasa memeluk Javar, menjadikannya sandaran tidur. Jadi, saat dia tidak ada, aku susah tidur. Dan parahnya lagi, pikiranku terus tertuju kepadanya. Membuatku tidak fokus bekerja saja. Keinginan untuk mengirim pesan atau menelepon pun semakin kuat setiap kali i

