30 SEPTEMBER 2011 ALJAVAR GANINDRA ADHINATA ___________________________________ DENGAN dua kotak s**u yang ada dalam kantung plastik, aku berjalan menyusuri koridor kampus. Sesekali ada yang menyapaku dengan ramah, namun hanya ku balas senyuman tipis saja. Aku tidak sabar untuk menemui seseorang yang mungkin sedang memasang wajah ngantuk di kelasnya. Ah, siapa lagi kalau bukan Lovia-ku. Perempuan yang selalu ku harapkan menjadi satu-satunya masa depanku. Aku berlebihan? Tidak! Karena masa depan perlu dan harus untuk direncanakan, bukan? Dulu, dia selalu marah-marah dan berusaha untuk membuatku agar menjauh darinya. Tetapi karena semua usaha yang tidak pernah mengkhianati hasil, maka akhirnya sedikit demi sedikit, kami bisa dekat. Hanya dengan membantunya membuat tugas atau membawakan k

