18. Ramalan Kematian

1310 Words

Styx masuk ke sebuah kedai minuman di tengah pasar Bergelmir setelah berjalan-jalan melewati kota Bergelmir dengan keadaan linglung. Ia duduk di sebuah kursi di sana. Terdengar bisik-bisik sang pemilik kedai pada salah satu pelayannya. "Layani beliau dengan baik, aku tidak ingin ada kesalahan sedikit pun. Mungkin beliau tengah bersusah hati, panglima pun jarang datang kemari, beliau adalah orang yang penting. Kau mengerti, 'kan?" Wanita itu pun mengangguk mengiakan ucapan bosnya. Wanita itu pun segera menghampiri Styx yang menempati meja dekat pintu masuk. "Selamat datang, Panglima Besar, suatu kehormatan Anda berkenan mampir kemari." Pria itu hanya tersenyum singkat. "Adakah yang bisa saya bantu?" "Berikan saya arak yang paling nikmat di sini," jawab Styx senyumannya yang terkesan s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD