POV HAMINAH Ini hari pertamaku tinggal di rumah Kang Wawan. Ternyata rumahnya tidak seburuk penampilannya. Sepertinya istrinya Kang Wawan memiliki gaji cukup besar sehingga bisa membuat rumah yang lumayan. Rumah ini cukup besar untuk seukuran rumah di perkampungan. Aku bebas sekarang, setidaknya sampai istrinya Kang Wawan pulang dan aku mendapatkan suami kaya yang baru. Daripada aku harus tinggal di rumah bersama Sabar dan Istrinya yang menyebalkan. Di sini sepertinya lebih baik buatku. Reni pun bisa leluasa bermain. “Teh, ayo!” Kang Wawan membukakan pintu untuk kami. Aku menggendong Reni masuk. Sementara Kang Wawan membawakan pakaian kami. “Yang depan ini kamar saya sama Esih! Teteh tidur di kamar yang tengah saja ya!” ucapnya sambil membukakan pintu kamar yang ukurannya pun cukup b

