"Fina.. Tunggu sebentar." ucap Bagas. Dia segera lebih cepat menyingkirkan semua ranting yang mengganggu jalannya mendekati Fina. Hingga kedua tangan berhasil menggapai tangan Fina di lantai kayu yang masih basah. Pemandangan yang benar-benar membuatnya tercengang. Lantai kayu di penuhi dengan ranting dan dedaunan yang jatuh. Bagas menggenggam erat tangan Fina. "Fina.. Genggam tanganku, sekarang. Kamu perlahan keluar. Jangan takut!" suara yang begitu lembut. Menyejukkan hati Fina. Seketika rasa takut yang menyelimuti dirinya. Kini perlahan mulai memudar. Dia membuka matanya. Mencoba melihat wajah yang terlihat sedikit samar di depannya. Tapi, dari suaranya. Fina sangat yakin jika itu adalah Bagas, suaminya. Tidak ada yang tahu tempat itu kecuali suaminya. "Fina... Ayo, keluarlah.." U

