"Bukannya Alina ada di Jakarta? Kenapa dia mau menemui, Tuan? Apa dia menyusul? Hoh?! Mereka sangat mengerikan!" Benar saja, banyak sekali pesan dari Alina. Namun, tak satu pun Devian membalas. Dari chat itu Yumna bisa tahu tadi malam Alina meminta Devian ke kamarnya, dan pria itu tidak juga datang. Beralih pada panggilan, sepuluh panggilan tak terjawab dari Alina. Tidak ada riwayat panggilan yang menunjukkan banyaknya waktu mereka bicara. Hal itu juga mengingatkan Yumna bagaimana Devian menciumnya di depan Alina. Itukah alasannya, untuk membuat wanita itu menyerah? "Apa ini? Apa Alina terus mengejar Tuan, dan Tuan mengabaikannya? Hemh. Kenapa kamu semurah itu Alina? Kalau saja sebelum pernikahan kamu datang padaku, kita bisa buat kesepakatan bertukar tempat. Jika aku punya penghasilan

