41. Gugup

1082 Words

Seluruh lantai satu kediaman Waskita sudah didekorasi dengan berbagai bunga. Kain-kain indah dan lembut menjuntai, membentuk hiasan yang menakjubkan. Kursi-kursi dan meja bundar dihiasi dengan berbagai pernak-pernik yang indah. Suara merdu seorang artis terkenal dalam dan luar negeri bergantian menghibur para undangan. Para tamu datang dengan penampilan terbaik mereka. Gaun-gaun haute couture dan setelan yang dijahit khusus terlihat di mana-mana. Semua orang terlihat tampan dan cantik. Namun, semua itu tidak membuat hati Satria menjadi bahagia. Jauh di dalam hatinya, dia merasa sesak. Dan jantungnya tidak berhenti berdebar. Rasa resah dan gelisah menguasainya dengan kuat. Apa yang dia perlihatkan pada wajahnya hanya topeng belaka. "Di mana mamamu? Aku tidak melihatnya." Michael berdiri

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD