BAB 29

1029 Words

"Re, sudah tidur?" Lirih Revan dengan suara seraknya. Rheina bergeming. Tak ada jawaban dari wanita itu. Hanya terdengar deru nafas ringan namun sepertinya Rheina belum sepenuhnya terlelap. Revan mengalah. Dia kemudian merebahkan tubuhnya bergabung dengan Rheina dalam satu selimut. Revan memeluk Rheina dari belakang dengan lengan kekarnya. Revan merasa istrinya itu sepertinya masih sedikit kurus. Menurut Revan, Rheina tergolong mungil bila dibandingkan dirinya. Tangan pria itu bergerilya menyusuri tiap inci wanita itu. Sesekali dihirupnya wangi tubuh Rheina. Pria itu juga membubuhkan beberapa tanda kepemilikan di bahu dan leher wanita itu. Revan tak bertindak lebih jauh meski dirinya sedang dipenuhi kabut keinginan yang harus dituntaskan, Revan sekuat tenaga menahannya. Lambat laun Rev

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD