BAB 43

1003 Words

"Udahan nangisnya," bujuk Revan kepada istrinya yang masih terisak. Revan tahu. Istrinya saat ini sedang sensitif. Seperti apa yang diberitahukan oleh dokter, hormon istrinya saat hamil sedang tak stabil. Revan hanya bisa bersabar menghadapi istrinya yang menangis hanya karena sate. "Aku udah gak mau sate," ucap Rheina. "Lalu mau apa? Aku antar kemanapun kamu ingin. Demi calon anak kita." "Jadi hanya demi calon anak ini? Bukan demi aku?" Rheina tampak ingin menangis lagi. "E-eh... Maksudku demi kalian," jawab Revan gelagapan. Rheina tak jadi menangis. Namun masih tampak oleh ekor mata Revan kalau istrinya sedang mengatur emosinya. "Aku mau makan siomay," ujar Rheina menyebutkan makanan yang berasal dari Jawa Barat itu. Revan melajukan kendaraannya mencari penjual siomay seperti yan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD