“Plat truck yang hampir menabrak putra Anda adalah palsu, Tuan. Di lihat dari CCTV depan sekolah; truck itu seperti sengaja ingin menabrak putra Anda. Besar kemungkinan ini merupakan kecelakaan yang disengaja, Tuan.” Angga berucap menjelaskan dan sontak membuat raut wajah Keevan berubah. Tampak sepasang iris mata cokelat Keevan menunjukan jelas kemarahan yang menelusup ke dalam dirinya. Gigi graham Keevan menggemeretak, otot rahang yang mengetat terlihat di wajah Keevan. Menandakan bahwa pria itu dilingkupi kemarahan membakar dirinya. “Maksudmu ada yang berniat membunuh putraku?” seru Keevan dengan sorot mata menajam pada asistennya. Kilat matanya menunjukan jelas emosi amarah yang berkobar seperti api yang sebentar lagi meledakan tempat ini. Angga menganggukan kepalanya. “Benar, Tuan

