“Arletta? Wajahmu kenapa seperti sedang kesal seperti itu?” Rima—rekan kerja Arletta menyapa Arletta yang terlihat kesal. “Apa Tuan Keevan memberi perintah yang menyulitkanmu?” Rima duduk tepat di samping Arletta. Wanita itu bertanya demikian karena dia tahu Arletta baru saja keluar dari ruang kerja Keevan. Arletta terdiam sejenak mendengar pertanyaan Rima. Perlahan Arletta mulai mengendalikan emosi yang terbendung dalam dirinya. Alasan kemarahan Arletta adalah ucapan Keevan tadi. “Aku nggak kesal. Aku hanya sedikit sakit kepala saja,” ucap Arletta yang berdusta. Dia tidak mungkin menceritakan pada Rima tentang dirinya dan Keevan. Selama ini tidak ada yang tahu tentang kehidupan pribadi Arletta. Wanita itu memang sengaja memilih tertutup. Rima menganggukan kepalanya. “Kalau begitu min

