“Nasha, aku peringatkan padamu ini terakhir kalinya kamu datang ke perusahaanku tanpa bilang padaku. Lain kali kalau kamu mau datang ke katorku; maka kamu harus bilang. Kamu tahu aku sibuk, Nasha. Bagaimana kalau tadi aku sedang bersama dengan client?” Suara Keevan menegur Nasha dengan begitu tegas dan penuh peringatan. Ya, kini Keevan tengah mengantar Nasha ke apartemen wanita itu. Dia terpaksa meninggalkan kantor karena dia tidak mau kalau Nasha sampai membuat ulah. Bibir Nasha tertekuk dalam kala mendengar ucapan Keevan. Wanita itu memeluk lengan Keevan seraya berkata manja, “Memangnya kamu nggak kangen aku?” Keevan mengembuskan napas berat. “Turunlah, kalau memang aku menginginkanmu maka aku akan mendatangi apartemenmu. Ingat apa yang aku katakan tadi. Aku tidak mau sampai kamu da

