“Nasha … Nona Nasha yang telah berniat mencelakai putra Anda, Tuan.” Tubuh Keevan mematung mendengar ucapan asistennya. Tampak sepasang iris mata cokelat Keevan menyorot begitu tajam. Rahangnya mengetat. Tangannya terkepal begitu kuat. Emosinya tersulut kala tahu dalang dibalik semua ini adalah Nasha. “Berengsekkk!” umpat Keevan kasar. Luapan emosinya nyaris meledak. Berani-beraninya Nasha melukai putranya! Wanita itu rupanya mengantarkan sendiri nyawanya. Napas Keevan memburu. Dalam hati, Keevan tak henti mengumpat kasar. Amarah telah menelusup ke dalam dirinya. Kemarahan itu merajainya hingga membuat Keevan ingin segera bertemu dengan Nasha memberikan pelajaran pada wanita itu. “Tuan Keevan, Nona Nasha melakukan ini tidak sendiri. Dia dibantu oleh seseorang,” ucap Angga lagi yang

