Chapter 44

2057 Words

Mungkin, aku sudah tertidur untuk beberapa jam, meninggalkan perutku yang sudah terganjal oleh makanan burger mereka berikan kepadaku. Tapi, itu hanya membuatku semakin b*******h dan juga semangat untuk menendang setiap kepala dari orang yang mengikatku di sini itu. Benar-benar muak. Aku sebenarnya, ingin menangis lagi. Tapi aku sadar, tangisan itu mungkin tidak akan mampu untuk membuatku terbebas dari jeratan orang-orang yang menangkapku di sini. Mungkin saja, mereka berharap kalau aku menangis, memohon-mohon untuk dibebaskan kepada mereka dan bergabung. Masih tak masuk di dalam otakku, alasan mereka bisa berani-beraninya mencoba untuk merekrutku dengan semudah itu. Bisa saja, mereka akan membuatku muak dengan segala mulut palsu di sana. Anehnya, di ruangan ini terasa dingin dan juga se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD