VITO POV
Sejujurnya aku sangat mengkhawatirkan kak Rendy dan aku curiga jika kak rendy menyetujui pernikahan kontrak itu untuk menyelamatkan karir Anya. aku tidak bisa membayangkan jika kak rendy menikah dengan wanita licik itu, pasti hidupnya akan sengsara Dan tidak mendapatkan kebahagiaan
" kenapa kakak melamun? apa kakak ada masalah?"
" tidak ada, anya"
" kakak jangan berbohong padaku! pasti ada yang kakak sembunyikan dariku!"
" sejujurnya kakak sangat mengkhawatirkan kak Rendy"
" ada apa dengan kak rendy? bukannya kak rendy sekarang bekerja di luar Kota?"
" kakak mengira itu hanya alasan kak rendy untuk menghindari kita"
" kenapa kakak bisa berpikir seperti itu? kakak membuatku khawatir saja"
" sudahlah, sebaiknya Kau berangkat sekolah. nanti ibu Dan ayah memarahimu jika Kau tidak masuk sekolah"
"hmm, baiklah, aku berangkat dulu. setelah pulang sekolah, aku ada pemotretan jadi bilang pada ibu Dan ayah jika aku pulang terlambat Karena Ada kerja kelompok"
" hati - hati di Jalan"
setelah berpamitan kepada ibu Dan ayah, kami berangkat sekolah. tiba - tiba ada sebuah Mobil yang melintasi rumah kami Dan aku melihat kak rendy Bersama dengan seorang wanita. aku yakin kak rendy berbohong kepada kami demi menyelamatkan karir Anya sebagai model
***
RENDY POV
Sejujurnya aku sangat merindukan keluargaku terutama orang Tua Dan adik - adikku. hampir sebulan aku tidak menjenguk mereka Dan aku sangat ingin bertemu dengan mereka meskipun Kelly melarangku Karena ia tidak ingin rencana kami terbongkar. semakin lama hidup Bersama Kelly, membuatku semakin terkekang Dan aku tidak bisa melakukan apapun yang ku mau
Saat ini Kelly tidak berhenti menciumku Dan aku tau ia seorang wanita yang haus belaian Dan ia memanfaatkanku untuk melampiaskan hawa nafsunya. entah kenapa tadi pagi aku melihat Kelly mual Dan muntah. firasatku mengatakan jika Kelly hamil tetapi aku tidak ingin berspekulasi terlalu jauh
aku sudah menyarankan Kelly untuk memeriksakan dirinya ke dokter tetapi ia menolak karena ia sangat takut di periksa oleh dokter. aku memberitahukan hal ini kepada orang tuanya Dan ibunya yang akan berusaha membujuk Kelly untuk memeriksakan dirinya ke dokter
" Maaf ibu, saya ingin memberitahu jika tadi pagi Kelly mual Dan muntah. saya sudah menyarankannya untuk memeriksakan dirinya ke dokter tetapi Kelly tidak mau"
" memang sejak kecil Kelly tidak suka jika diperiksa oleh dokter Dan terkadang kami harus memaksanya agar ia mau Karena ia tidak suka disuntik. Kau tenang saja, biar mama yang akan membujuknya agar ia mau pergi ke dokter"
" terima kasih atas bantuannya"
" apa Kelly sudah membeli testpack? siapa tau saat ini Kelly sedang mengandung"
ternyata ibu mertuaku juga berpikir hal yang Sama denganku Dan aku berinisiatif akan membeli testpack untuk kelly
" terima kasih sarannya"
setelah selesai menelfon, tiba - tiba ponsel Kelly berbunyi Dan aku menduga jika ibu mertuaku yang menelfonnya. aku bisa melihat kekesalan di wajah Kelly Dan saat ia menatapku, aku merasa ia akan memarahiku Karena telah memberitahu ibunya. tidak beberapa lama Kelly selesai menelfon Dan ia mengajakku berbincang di kamar
" kenapa Kau memberitahu mama jika aku mual?! seharusnya Kau jangan lancang seperti itu padaku!"
" aku tidak bermaksud lancang. hanya saja aku tidak ingin melihatmu kesakitan makanya aku memberitahu mamamu tentang kondisimu"
tiba - tiba Kelly pingsan Dan aku langsung membawanya ke rumah sakit untuk diperiksa oleh dokter. membutuhkan waktu satu jam untuk sampai ke rumah sakit Dan tidak beberapa lama kami sampai di rumah sakit. lalu Kelly diperiksa oleh dokter dan aku sangat terkejut ketika dokter memberitahu bahwa Kelly sedang mengandung dan usia kandungannya memasuki dua minggu
sebagai seorang suami, aku sangat senang istriku mengandung dan tetapi di satu sisi aku merasa sedih karena pernikahanku tidak akan bertahan lama setelah Kelly melahirkan, kami akan bercerai dan aku harus berpisah dengannya. memikirkan hal itu membuat hatiku sangat sakit meskipun Kelly beberapa kali mengecewakanku tetapi sudah tumbuh perasaan cinta untuknya di dalam hatiku
tidak beberapa lama, Kelly terbangun dari tidurnya dan ia terkejut saat menyadari ia sekarang berada di rumah sakit. aku berusaha menenangkannya dan menyuruhnya untuk beristirahat Karena aku tidak ingin terjadi sesuatu padanya. aku melihat Kelly sangat pucat dan aku tidak tega melihatnya lemah seperti ini
" kenapa aku berada disini? apa yang sebenarnya terjadi?"
" Kau tadi pingsan dan aku langsung membawamu ke rumah sakit."
" apa kata dokter? aku baik - baik saja kan?"
" saat ini Kau sedang mengandung dan usia kandunganmu menginjak dua minggu"
Kelly terlihat sangat bahagia dan ia tidak percaya dengan apa yang ku katakan padanya
" Kau pasti bercanda kan?"
" aku tidak bercanda, aku serius dengan perkataanku"
" Sudah lama sekali orang tuaku menginginkan seorang cucu dariku dan aku yakin mereka pasti sangat bahagia jika tau aku sedang mengandung"
" aku sudah menghubungi mama dan papa. mereka sebentar lagi akan kesini"
tiba - tiba Kelly memelukku sangat erat dan jantungku berdebar sangat kencang saat ia mengucapkan terima kasih padaku. entah kenapa aku tidak bisa menahan diri saat bersamanya dan aku membalas pelukannya dengan erat. tidak beberapa lama, orang Tua Kelly datang dan mereka mengucapkan selamat kepada kami
" selamat anak mama akhirnya Kau mengandung cucu kami. mama jadi tidak sabar Ingin segera menimang cucu dari kalian"
" terima kasih mama dan papa sudah menjenguk Kelly"
aku bisa melihat rona kebahagiaan yang terpancar di wajah Kelly dan orang tuanya. rasanya aku sangat bahagia Karena tidak lama lagi kami akan menjadi orang Tua. seandainya aku orang Kaya, pasti aku bisa mempertahankan rumah tanggaku Karena sejujurnya aku tidak ingin berpisah dengan kelly
***
KELLY POV
Semenjak aku mengandung, Rendy menjadi sosok suami yang sangat perhatian dan selalu ada untukku. ia tidak pernah sedetikpun meninggalkanku dan aku merasa ia sangat protektif padaku meskipun aku tau hal itu dikarenakan aku mengandung anaknya. entah kenapa saat aku memikirkan kontrak pernikahan itu membuatku berubah pikiran dan aku berusaha bersikap sedatar mungkin Karena aku tau pernikahan kami tidak akan bertahan lama setelah aku melahirkan, kami akan bercerai dan ia mendapatkan uang yang sudah ku janjikan di awal
" rendy, apa yang akan Kau lakukan setelah Kita bercerai?"
rendy terlihat diam membisu dan ia mengacuhkanku dan lebih fokus membuatkan makanan untukku. entah kenapa aku merasa ia tidak menyukai pertanyaanku dan aku merasa tidak enak terhadapnya. aku meminta maaf padanya karena aku telah menyinggung perasaannya dengan pertanyaan yang tidak pantas aku tanyakan padanya
" maaf jika pertanyaanku menyinggung perasaanmu. aku hanya ingin tau saja apa yang akan Kau lakukan setelah ini"
" Kau tidak perlu meminta maaf Karena pertanyaanmu tidak Salah. mungkin setelah ini, aku ingin lebih giat bekerja agar aku menjadi orang Kaya dan aku bisa membahagiakan kedua orang tuaku"
" aku ingin beristirahat di kamar"
" istirahatlah, jika makanannya sudah jadi, aku akan mengantarkan makanannya ke dalam kamar"
Aku memikirkan perkataan Rendy yang membuatku merasa semakin tidak nyaman terhadapnya. aku tau perbedaan status sosial kami yang menjadi jurang di Antara kami dan jika orang tuaku sampai tau tentang latar belakang rendy, pasti mereka menyuruhku untuk segera bercerai dengan rendy
tiba - tiba ponselku berbunyi dan aku sangat terkejut ketika Oliver menelfonku. ia menanyakan kabarku dan ia bercerita jika ia sekarang menetap di Jakarta. ia mengajakku untuk bertemu tetapi aku menolaknya dan mengatakan jika saat ini aku berada di luar Kota Karena Ada urusan pekerjaan
" hai Kelly, bagaimana kabarmu?"
" aku sangat baik. bagaimana denganmu?"
" aku juga baik. sekarang aku menetap di Jakarta dan aku sangat ingin mengajakmu untuk bertemu. apakah bisa nanti malam kita bertemu?"
" maaf, aku sekarang berada di luar kota Karena Ada urusan pekerjaan."
" baiklah, tidak apa - apa. mungkin lain kali saja"
setelah selesai menelfon, aku melanjutkan untuk beristirahat. tidak beberapa lama rendy masuk ke dalam kamar sambil membawakan makanan untukku.
" aku sudah menyiapkan makanan untukmu. semoga Kau suka dengan rasanya"
" aku mau Kau yang menyuapiku"
" baiklah tuan putri, sekarang buka mulutnya"
mungkin aku wanita paling beruntung memiliki suami yang baik dan perhatian seperti rendy. ia sangat memanjakanku dan aku sangat menyukainya. setelah menyuapiku, aku memintanya untuk duduk di sampingku. lalu aku memeluknya dengan erat dan aku bisa merasakan detak jantung Rendy
aku merasakan rendy mengelus rambutku dan mencium puncak kepalaku. aku merasa bahagia saat ini Karena hanya ada kami berdua dan entah kenapa aku tidak ingin kebersamaanku dengannya berakhir. aku melihat rendy dan matanya berkaca - kaca seperti ingin menangis.
" kenapa matamu berkaca - kaca? apa Kau ingin menangis?"
tiba - tiba rendy memelukku sangat erat dan ia menyatakan perasaannya padaku. seketika itu juga aku membeku dan aku hanya terdiam mendengar perkataannya yang membuat semakin merasa bersalah terhadapnya. aku tau pernikahan kami tidak akan lama lagi dan aku tidak ingin memberi harapan lebih kepadanya
" Kelly, aku sangat mencintaimu. seandainya kita berasal dari keluarga yang terpandang, aku tidak mau berpisah denganmu apalagi dengan anak kita. aku harap Kau bisa mempertimbangkan lagi keputusanmu untuk bercerai denganku"
" maaf rendy, aku tidak bisa mengubah keputusanku untuk bercerai denganmu. Kau tau sendiri jika kita jauh berbeda dan orang tuaku tidak akan bisa menerima latar belakang keluargamu. sebaiknya Kau pergi Karena aku ingin beristirahat"
akhirnya rendy pergi dari kamarku dan seketika itu juga aku menangis memikirkan pernikahanku yang berada di ujung tanduk. sejujurnya aku tidak ingin berpisah dengan rendy tetapi aku harus melakukannya demi menjaga martabat orang tuaku. aku tidak ingin orang tuaku sampai tau jika rendy bukan berasal dari keluarga terpandang
***
RENDY POV
Aku hanya bisa menangis memikirkan pernikahanku. awalnya aku menikah dengannya Karena aku tidak ingin ia menyingkirkan anya Dari perusahaannya. tetapi lambat laun semuanya berubah ketika kami Bersama dan aku bisa merasakan jika Kelly mencintaiku. aku tau perbedaaan status sosial yang menghalangi kami untuk Bersama
aku memikirkan Kelly ketika ia menerima telfon dari seorang pria yang tidak aku kenal. aku berpikir jika Kelly sudah mendapatkan penggantiku sehingga ia tidak mau merubah keputusannya untuk mempertahankan pernikahan kami. semakin hari perasaanku padanya semakin dalam dan cinta yang kurasakan padanya semakin kuat dan aku tidak sanggup jika hidup tanpa Kelly
tiba - tiba ponselku berbunyi dan aku langsung mengangkat telfon ketika Vito yang menelfonku. ia mengabariku jika ayah jatuh sakit dan sekarang sedang dirawat di rumah sakit. Vito kebingungan mencari biaya untuk berobat ayah. dan aku berjanji padanya akan membayar semua biaya rumah sakit ayah
" Vito, Ada apa Kau menelfon kakak?"
" ayah sekarang berada di rumah sakit dan kami kebingungan untuk membayar biaya rumah sakit ayah"
" ayah sakit apa?"
" ayah terkena serangan jantung kak"
" berapa yang Kau butuhkan? kakak transfer sekarang ke rekeningmu"
" kakak bisa mengirimkan sepuluh juta?"
" Kakak transfer sekarang juga"
" terima kasih kak. jika kakak mau menjenguk ayah, Vito akan mengirimkan alamat rumah sakitnya"
" mungkin besok kakak akan menjenguk ayah ke rumah sakit"
" kami tunggu kedatangan kakak di rumah sakit"
tidak beberapa lama Vito mengirimkan alamat rumah sakit kepadaku Dan aku berniat besok akan menjenguk ayah ke rumah sakit. disatu sisi aku tidak ingin meninggalkan Kelly sendirian di apartment Dan aku berinisiatif untuk mengajaknya menjenguk ayah jika besok pagi keadaaannya sudah membaik
***
KELLY POV
Saat malam hari, Rendy mengantar makanan untukku Dan ia memberitahu jika besok ia ingin menjenguk ayahnya yang sedang dirawat di rumah sakit. rendy juga ingin mengajakku menjenguk ayahnya tetapi aku tidak ingin membuat anya curiga tentang hubungan diantara kami
" besok pagi aku ingin menjenguk ayahku yang sedang dirawat di rumah sakit. apa Kau mau ikut bersamaku?"
" sebaiknya tidak usah Karena Anya akan curiga dengan kita. apa Kau mau semuanya terbongkar?"
" tetapi aku tidak ingin meninggalkanmu sendiri apalagi Kau sedang hamil"
" begini saja, aku akan ikut tetapi aku akan menunggu di dalam Mobil. apa Kau setuju dengan usulku?"
" baiklah, terserah Kau saja asalkan Kau ikut bersamaku Dan aku minta maaf atas perkataanku tadi siang. tidak seharusnya aku berkata seperti itu padamu. seharusnya aku tau diri Dan tidak berharap lebih padamu"
perkataan rendy membuatku semakin merasa bersalah terhadapnya Dan aku memeluknya sangat erat Dan meminta maaf padanya atas perkataanku yang kasar padanya
" maafkan aku, rendy. aku tidak bermaksud menyakiti perasaanmu. setelah kita bercerai, kita bisa menjadi sahabat Dan aku tidak akan melarangmu untuk menjenguk anak kita sehingga ia tidak akan kekurangan kasih sayang dari kita"
" Kau benar, mungkin kita lebih cocok menjadi sahabat Dan aku menerima hal itu asalkan Kau tidak memintaku untuk menjauhimu Dan anak kita"
" terima kasih atas pengertianmu terhadapku. Kau tau sendiri semenjak aku hamil, aku tidak bisa mengontrol emosiku"
" aku tau Dan aku memakluminya. aku hanya ingin Kau bahagia bersama dengan pria yang Kau cintai Dan aku tidak akan melarangmu jika Kau ingin berhubungan dengan pria lain seperti Kau tidak melarangku untuk berhubungan dengan wanita lain"
" apa maksud perkataanmu? aku tidak mengerti"
" sudahlah, lupakan saja. sebaiknya Kau makan malam dulu. aku tidak ingin melihatmu kelaparan. sini aku suapi"
aku curiga jika rendy mendengar percakapanku dengan Oliver di telfon Dan ia mengira jika aku berhubungan dengan pria lain. entah kenapa semakin hari aku tidak ingin berpisah dengan rendy meskipun aku tau kurang beberapa bulan lagi kami akan berpisah Dan kami akan melanjutkan kehidupan dengan orang lain
***
TRAVIS POV
Saat aku hendak pergi, tiba - tiba aku melihat seorang perempuan sedang di rampok oleh sekawanan penjahat Dan aku langsung memukul penjahat itu sampai mereka melarikan diri. beruntung gadis itu tidak terluka Dan saat aku melihat wajahnya, aku terpesona oleh kecantikan parasnya Dan ia terlihat seperti seorang model
" apa ada yang terluka?"
" tidak ada"
" syukurlah kalau begitu. biar aku antar Kau pulang ke rumah"
" tidak usah, lagipula aku sebentar lagi ada pemotretan"
" Dimana tempat pemotretanmu? biar sekalian ku antar"
" tidak usah repot - repot. aku bisa naik taksi"
tiba - tiba hujan deras Dan aku langsung menyuruh gadis itu masuk ke dalam Mobil. ia basah kuyup Dan aku memberikan jaketku untuknya agar ia tidak kedinginan
" pakailah jaketku agar Kau tidak kedinginan"
" terima kasih tuan"
" jangan panggil aku tuan, panggil Travis saja. siapa namamu?"
" nama saya anya."
" Sudah berapa lama Kau menjadi seorang model?"
" baru sebulan ini"
Anya terlihat masih sangat muda Dan aku mengira jika usianya masih tujuh belas tahun. gadis Belia sepertinya pasti disukai Banyak pria Dan entah kenapa aku sangat ingin menjadikannya selingkuhanku
" apa kau sudah memiliki seorang kekasih?"
" tidak ada, memangnya kenapa?"
" aku hanya bertanya saja. apa tidak boleh?"
" tentu saja boleh"
" usiamu sekarang berapa?"
" tujuh belas tahun. Dan anda sendiri?"
" tiga puluh tahun"
" anda hampir seumuran dengan kakak saya yang pertama. aku sangat merindukannya Dan ia sudah lama tidak pulang ke rumah"
" kemana kakakmu?"
" katanya ia bekerja di luar Kota Dan saat ini kami sangat membutuhkannya Karena ayah kami sedang dirawat di rumah sakit dan membutuhkan biaya yang Banyak"
" ayahmu sakit apa?"
" ayah terkena serangan jantung Dan kami kebingungan Karena tidak sanggup membayar biaya rumah sakit"
" berapa yang Kau butuhkan untuk membayar biaya rumah sakit ayahmu?"
" sepuluh juta"
" berapa nomor rekeningmu biar aku transfer sekarang juga"
" tidak usah, saya tidak ingin merepotkan anda"
" aku tidak merasa direpotkan. justru aku ingin membantu ayahmu agar ia ditangani oleh dokter yang terbaik."
akhirnya anya memberikan nomor rekeningnya Dan aku langsung mentransfer sepuluh juta ke rekeningnya. entah kenapa ada keinginan untuk membantunya Dan sepertinya aku jatuh cinta dengan gadis Belia yang Ada di hadapanku ini
***
NICOLE POV
Aku akhir - akhir ini merasakan Banyak perubahan yang terjadi pada Travis. ia lebih sering bermain ponsel ketimbang memperhatikan Nicky. aku merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh Travis Dan sepertinya ia berselingkuh dengan wanita lain
" Travis, aku ingin bicara denganmu"
" apa yang ingin Kau bicarakan?"
" akhir - akhir ini aku melihat banyak perubahan yang terjadi pada dirimu Dan Kau jarang memperhatikan kami. apa Kau berselingkuh dengan wanita lain?"
" Astaga! Nicole! kenapa Kau berpikir seperti itu? kita sekarang sudah menikah, mana mungkin aku berselingkuh dengan wanita lain?"
" Kau selalu saja bermain dengan ponselmu sedangkan Nicky sangat membutuhkan perhatianmu"
" aku tau Nicole Dan Kau tidak usah khawatir Karena aku tidak akan menelantarkan kalian. aku seorang suami yang bertanggung jawab terhadap keluarga!"
Nicole menangis histeris Dan aku berusaha menenangkannya hingga ia berhenti menangis. sejujurnya aku sudah muak hidup Bersama Nicole apalagi setelah aku tau jika selama ini ia sengaja menjebakku agar aku menikahinya Dan ia bisa hidup bergelimang harta. meskipun begitu aku berusaha mengalah demi Nicky Karena aku tidak ingin Nicky hidup tanpa kasih sayang dari kami
***
ANYA POV
Saat aku ingin membayar biaya rumah sakit, kak Vito memberitahuku jika biaya rumah sakit sudah dibayar oleh kak rendy. aku berinisiatif untuk mengembalikan uang Travis Dan saat aku mencoba menghubunginya, ponselnya tidak aktif.
" anya, kenapa Kau terlihat bingung? apa kau ada masalah?"
" aku ingin mengembalikan uang yang dipinjamkan temanku tetapi ia tidak bisa dihubungi"
" coba besok saja Kau hubungi. siapa tau sekarang ia sedang sibuk"
tiba - tiba kak rendy datang ke rumah sakit Dan aku sangat senang ketika bertemu dengannya. ia tampak lebih kurus dan sepertinya ia sedang mengalami masalah yang berat
" kak rendy, apa kabar? kenapa kakak sekarang lebih kurus? apa kakak banyak masalah?"
" biasa masalah pekerjaan tetapi kakak bisa melaluinya. bagaimana keadaan ayah?"
" kondisi ayah mulai stabil. terima kasih Kakak sudah membantu kami"
" kakak tidak akan membiarkan kalian kesulitan Karena kalian adalah orang - orang yang kakak sangat sayangi"
" terima kasih kak"
kak rendy langsung menjenguk ayah Dan tiba - tiba ponselku berbunyi dan aku langsung mengangkatnya. aku bersyukur Karena Travis yang menghubungiku sehingga aku bisa menyampaikan keinginanku untuk mengembalikan uangnya
" hai anya, maaf aku hari ini sangat sibuk. aku baru saja membuka ponsel. Ada apa Kau menghubungiku?"
" aku ingin mengembalikan uang yang Kau Beri padaku Karena kakakku sudah membayar biaya rumah sakit ayahku"
" Kau tidak perlu mengembalikan uang itu. sebaiknya Kau tabung saja uang itu untuk masa depanmu"
" terima kasih Banyak Travis. semoga tuhan membalas kebaikanmu"
" bagaimana kabar ayahmu?"
" kondisi ayah semakin membaik"
" syukurlah kalau begitu. bisa kirimkan alamat rumah sakitnya Karena besok pagi aku ingin menjenguk ayahmu"
aku mengirim alamat rumah sakit Dan setelah itu aku mengakhiri pembicaraan dengan Travis. entah kenapa aku merasa Travis memiliki perasaan terhadapku Dan aku tidak ingin memberinya harapan Karena saat ini aku ingin fokus mengejar impianku
***
RENDY POV
Aku bersyukur Karena kondisi ayah mulai stabil Dan ada perasaan bersalah dihatiku Karena aku kurang memperhatikan keluargaku terutama kedua orang tuaku. bersyukur ibu tidak henti memanjatkan doa untuk kesembuhan ayahku sehingga ayahku kondisinya stabil. saat aku hendak pulang, aku tidak sengaja berpapasan dengan chintya.
Ia temanku semasa sekolah Dan aku tidak menyangka jika ia sekarang menjadi seorang pengusaha kuliner Dan ia memiliki banyak restoran Dan bisnis property. sebagai teman, aku sangat bangga dengan keberhasilan yang diraih Chintya
" hai rendy, apa kabarmu? Sudah lama kita tidak berjumpa"
" aku sangat baik. sekarang Kau bekerja dimana?"
" aku memiliki usah kuliner berupa restoran Dan aku juga menggeluti bisnis property."
" Kau sangat hebat. aku salut denganmu"
" kenapa Kau berada di rumah sakit? siapa yang sakit?"
" beberapa hari yang lalu ayahku terkena serangan jantung sehingga ia dirawat di rumah sakit"
" bagaimana kondisi ayahmu?"
" Sekarang mulai stabil. apa ada saudaramu yang dirawat di rumah sakit?"
" anakku mengalami cidera saat ia berolahraga sehingga dirawat di rumah sakit"
" apakah keadaannya sudah membaik?"
" Sudah membaik Dan kemungkinan besok pagi ia diperbolehkan untuk pulang"
" syukurlah kalau begitu. aku ikut senang mendengarnya"
setelah berbincang panjang lebar, akhirnya kami bertukar nomor kontak Dan sepertinya chintya sudah lama menjanda semenjak suaminya meninggal Karena kecelakaan Mobil. setelah mengobrol, aku berpamitan kepada keluargaku Dan langsung menuju ke dalam Mobil. aku melihat Kelly yang tertidur di dalam Mobil Dan rasanya aku tidak mungkin menjalin hubungan dengan wanita lain Karena aku sangat menyayangi kelly
***
KELLY POV
Aku terbangun saat rendy masuk ke dalam Mobil Dan ia menceritakan tentang kondisi ayahnya. aku bisa melihat rendy merasa bersalah Karena ia kurang memperhatikan keluarganya semenjak aku mengandung anaknya. aku hanya bisa memberi pelukan padanya Dan ia sangat senang jika aku memeluknya
" aku bersyukur Karena kondisi ayah mulai stabil"
" syukurlah kalau begitu. berarti tidak lama lagi ayahmu akan segera pulang ke rumah"
" semoga saja, aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika terjadi sesuatu pada kedua orang tuaku"
" Kau tidak boleh seperti itu."
aku mencium bibir Rendy Dan ia membalas ciumanku. lalu ia melumat bibirku Dan aku tau yang ia butuhkan saat ini perhatian dariku. ia mengucapkan kata cinta padaku Dan aku berusaha menahan diri agar aku tidak mengucapkan kata cinta padanya. aku tidak ingin membuatnya semakin menderita karena aku tau hidupnya sangat berat apalagi ia memiliki tanggung jawab terhadap keluarganya
***
RENDY POV
Malam ini Kelly berhasil menenangkanku dengan ciumannya Dan sentuhannya di tubuhku. ia tau jika saat ini aku menghadapi masalah yang berat Dan ia berusaha untuk menghiburku. kami tidak bisa berhenti saling menyentuh Dan aku tau Kelly sangat menyukai sentuhanku di tubuhnya.
aku mengelus perutnya yang masih datar Dan aku berharap anak kami bisa merasakan kasih sayang kami berdua untuknya. aku tidak akan membiarkan Kelly Dan anakku menderita Karena aku sangat menyanyangi mereka. bercinta dengan Kelly adalah candu untukku dan aku tidak bisa berhenti memujanya Karena ia seorang wanita yang istimewa bagiku
" rendy, sebaiknya Kau tidur"
" seharusnya aku yang mengatakan hal itu padamu"
" aku sangat lapar. sepertinya anak kita ingin makan buah. bisakah Kau mengambilkan buah di dalam kulkas?"
" tunggu sebentar, aku ambilkan"
***
KELLY POV
saat rendy keluar kamar, aku melihat ponselnya berdering Dan aku melihat nama Chintya tertera di layar ponselnya. entah kenapa aku merasa cemburu saat seorang wanita mencoba menghubungi suamiku. tetapi aku ingat dengan perkataanku sendiri jika aku tidak melarang rendy untuk berhubungan dengan wanita lain
aku kembali meletakkan ponsel rendy di atas nakas. lalu aku berbaring saat rendy membawakan buah untukku
" makanlah sepuasmu agar anak kita tidak kelaparan"
" terima kasih, Kau memang suami yang sangat pengertian"
aku sangat ingin menanyakan tentang wanita itu tetapi aku tidak ingin ikut campur urusan rendy. aku tidak berhak untuk cemburu Karena tidak lama lagi kami akan berpisah Dan ia bebas berhubungan dengan wanita manapun.
" Kelly, kenapa Kau diam saja? apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?"
" apa sekarang Kau dekat dengan wanita lain?"
rendy terdiam membisu Dan ia terlihat gugup saat aku bertanya tentang itu. aku tau ia menyembunyikan sesuatu dariku Dan sepertinya ia tidak ingin bercerita tentang wanita itu
" aku tidak akan memaksamu jika Kau tidak ingin bercerita. aku hanya ingin tau siapa wanita yang sedang dekat denganmu"
" Kau jangan Salah paham, aku tidak dekat dengan wanita lain. ku akui tadi aku tidak sengaja bertemu dengan teman sekolahku Dan kami bertukar nomor kontak tetapi aku tidak ada niat untuk berhubungan lebih dengannya. percayalah padaku, aku tidak sanggup bermain cinta dengan wanita lain Karena aku hanya mencintaimu seorang"
entah kenapa mendengar perkataan rendy membuatku terharu Dan tidak terasa air mataku menetes. rendy berusaha menghapus air mataku Dan ia memelukku sangat erat. berusaha menenangkanku dengan kata cinta yang ia ucapkan puluhan kali padaku. rasanya aku tidak sanggup berpisah dengannya Karena aku menyadari jika aku sangat mencintainya Dan tidak ingin dirinya bersama wanita lain