JULIAN POV
Aku sedang sibuk membahas rencana pembangunan gedung yang baru untuk anak perusahaanku. Tiba - tiba ponselku berbunyi dan aku langsung mengangkatnya
" Halo!"
" Julian! Aku tadi melihat istrimu membawa tas. Aku merasa dia kabur dari rumah"
Aku sangat terkejut mendengar informasi tentang chelsea yang kabur dari rumah
" Darimana kau tahu ?"
" Aku tadi berniat mencarimu dirumah dan saat aku menepikan mobilku, tiba - tiba aku melihat Chelsea membawa tasnya dan pergi begitu saja saat melihatku"
Rasanya masalahku datang bertubi - tubi. Ini semua karena kesalahanku
"Tolong suruh detektif atau siapun mencari keberadaan Chelsea!"
"Baiklah aku akan menyuruh seseorang untuk mencari keberadaan istrimu"
Setelah selesai meeting, aku berusaha mencari Chelsea diseluruh jalanan tapi hasilnya nihil. Saat aku sedang mampir ke sebuah Coffee Shop, aku melihat Chelsea sedang duduk sambil menyeruput minumannya. Aku langsung menghampirinya
" Chelsea!"
" Julian!"
" Apa benar kau kabur dari rumah?"
Tiba - tiba Chelsea pergi meninggalkanku dan aku berusaha mengejarnya
" Chelsea! Aku mohon jangan pergi!"
" Bukan keinginanku untuk pergi dari rumahmu tapi ibumu yang mengusirku!"
Aku sangat terkejut dan hampir tidak percaya dengan perkataan Chelsea
" Mana mungkin ibu mengusirmu?!"
" Ya sudah kalau kau tidak percaya! Lebih baik aku pergi dan segera kau urus surat perceraian kita!"
Aku tidak membiarkannya begitu saja meninggalkanku. Aku langsung menarik tangannya dan berusaha memeluknya tapi ia mendorong tubuhku. Tiba - tiba ada mobil yang melaju dengan keras sehingga menghantamku dan aku terpental sangat jauh. Kemudian aku tidak sadarkan diri
***
Chelsea POV
Aku sangat terkejut dengan kecelakaan yang menimpa Julian. Ini semua karena kesalahanku telah mendorongnya ke tengah jalan sehingga ia sampai ditabrak mobil.
Aku langsung membawanya ke rumah sakit dan aku berharap semoga nyawa Julian bisa diselamatkan. Aku langsung memberitahu ibu julian jika julian sekarang sedang dirawat dirumah sakit
Tidak beberapa lama ibu julian datang dan menghampiriku. Tiba - tiba ia menampar wajahku begitu keras sehingga aku bisa merasakan darah di ujung bibirku
" Dasar kau perempuan pembawa sial! Kau apakan anakku sampai ia kecelakaan?!"
" Maafkan aku, ibu! Aku tidak sengaja memdorongnya ke tengah jalan hingga ia ditabrak mobil"
" Kurang ajar kau! Seharusnya kau saja yang mati karena kau hanya sampah dan pembawa sial"
Aku tidak bisa menahan tangisku ketika ibu Julian menjambak rambutku.
Tiba - tiba ada seorang pria yang memisahkan kami dan ia memegang tubuh ibu julian untuk berhenti menyerangku
" Sudah cukup bibi! Berhentilah menyiksanya!"
" Asal kau tahu! Dia wanita pembawa sial yang telah menghancurkan masa depan anakku!"
" Chelsea! Sebaiknya kau pergi dari sini!"
" Aku tidak akan pergi sebelum tahu kondisi Julian!"
" Usir perempuan ini! Aku tidak ingin melihat wajahnya!"
Akhirnya aku mengalah dan pergi meninggalkan rumah sakit dengan hati yang hancur. Aku berharap bisa bertemu dengan suamiku.
Tiba - tiba pria itu mendatangiku dan memberiku kartu nama
" Chelsea! Kalau kau membutuhkan sesuatu segera hubungi aku! Kau jangan takut kepadaku karena aku orang kepercayaan Julian"
" Aku ingin melihat kondisi Julian!"
" Aku mengerti! Bagaimana kalau kau memberiku nomer kontakmu agar aku bisa menghubungimu"
Kemudian aku memberi nomer kontakku padanya
" Namaku Richard dan aku akan memberimu kabar tentang kondisi Julian"
" Terima kasih kau telah membantuku"
" Kau mau menginap dimana?"
" Mungkin di apartemen Julian"
" Baiklah untuk sementara ini kau di apartemen dan jangan pergi kemana- mana"
" Baiklah!"
Kemudian aku pergi menuju apartemen Julian
***
CHELSEA POV
Aku mendapatkan berita dari Richard bahwa Julian sudah sadarkan diri. Dia menyuruhku untuk menjenguk Julian di rumah sakit.
" Chelsea! Sebaiknya kau mengunjungi Julian sekarang. Ibunya sudah pulang ke rumah dan kau aman untuk mengunjunginya sekarang"
" Baiklah aku akan kesana!"
Aku langsung menuju rumah sakit dan setibanya disana, aku langsung menjenguk Julian
" Julian!"
" Chelsea!"
" Syukurlah kau selamat! Maafkan aku yang telah membuatmu terluka!"
" Lupakan yang telah berlalu! Yang penting aku selamat"
" Kau sudah makan?"
" Sudah tadi pagi!"
" Semoga kau lekas membaik dan segera pulang ke rumah"
" Aku tidak akan pulang ke rumah!"
" Kenapa kau berkata seperti itu?"
" Karena aku ingin tinggal di apartemen bersamamu"
" Apa maksudmu?"
" Aku ingin pernikahan kita nyata bukan hanya sekedar sandiwara"
Aku tidak kuat menahan tangis bahagia mendengar perkataan Julian. Kemudian Julian memelukku dengan erat
" Kau serius ingin hidup bersamaku?"
" Tentu saja! Aku ingin selalu bersamamu seumur hidupku"
" Terima kasih kau telah memilihku menjadi istrimu"
Julian hanya tersenyum sambil memandangku
" Aku sangat frustasi ketika mengetahui kau kabur dari rumah dan akhirnya aku mengetahui jika ibu yang mengusirmu"
Aku hanya menundukkan kepala dan Julian mengangkat wajahku dengan tangannya
" Maafkan kesalahan ibuku! Beliau hanya salah paham denganmu! Aku yakin suatu saat nanti ia bisa menerimamu kembali menjadi menantunya"
" Aku harap seperti itu"
Akhirnya kami berpelukan dan saling melepas rindu setelah kejadian yang menimpa hubungan kami
Tiba - tiba ibu Julian datang dan melepasku dari pelukan Julian
" Lepaskan anakku! Aku tidak sudi jika kau mendekati anakku!"
" Ibu! Hentikan menyiksa istriku!"
Kemudian ibu julian melepaskan tubuhku
" Mengapa kau lebih membela perempuan murahan ini daripada ibumu sendiri?!"
" Chelsea bukan perempuan murahan! Dia selamanya akan menjadi istriku, mau ibu setuju atau tidak, aku tidak akan pernah menceraikan Chelsea!"
" Kau sekarang berani membantah ibumu sendiri setelah terpengaruh oleh w************n ini!"
" Aku mohon kalian jangan bertengkar! Lebih baik aku yang pergi!"
Sebelum aku beranjak pergi, Julian menarik tanganku dan tidak membiarkan aku pergi
" Aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi dari hidupku!"
" Julian! Kau tega menyakiti ibu dengan mempertahankan jalang ini menjadi istrimu!"
Tiba - tiba ibu julian pingsan seketika. Aku dan Julian langsung memanggil dokter untuk memeriksa ibu Julian
Setelah melakukan pemeriksaan, dokter mengatakan ibu Julian mengalami serangan jantung dan harus dirawat intensif di rumah sakit.
Aku merasa bersalah telah membuat kekacauan di kehidupan Julian. Seandainya aku tidak mau menikah dengan Julian, pasti semuanya tidak akan kacau seperti ini.
" Maafkan aku, ini semua karena kesalahanku sehingga membuat ibumu sakit"
" Kau jangan menyalahkan dirimu sendiri. Ini bukan salahmu! Yang penting kita sekarang berdoa untuk kesembuhan ibu"
***
Julian POV
Setelah beberapa hari di rawat di rumah sakit, akhirnya aku diperbolehkan pulang. Aku dan chelsea langsung menengok keadaan ibu yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit
" Ibu! Bagaimana keadaanmu?"
" Rasanya ibu sudah tidak kuat lagi untuk bertahan hidup"
" Ibu jangan berkata seperti itu! Aku ingin ibu lekas sembuh"
" Dimana istrimu?"
" Dia menunggu di depan kamar ibu!"
" Panggilkan dia kesini! Ada yang ingin ibu katakan padanya"
Setelah aku menyuruh Chelsea untuk masuk ke dalam kamar, ibu memegang tangan chelsea
" Maafkan kesalahanku telah menyakitimu! Aku mohon jaga anakku dengan baik!"
" Iya ibu! Aku akan menjaga Julian dengan baik!"
Tiba - tiba ibu mulai menutup mata dan aku langsung menggoyang tubuh ibu tapi ibu tidak mau terbangun sampai aku memanggil dokter.
" Maaf Mr.Mckinney, ibu anda sudah tiada!"
" Tidak mungkin ibu meninggalkanku!"
Aku menangis sambil memukul tembok dan Chelsea berusaha menenangkanku dan memelukku
" Kau harus bisa menerima semua ini! Ibu tidak ingin melihatmu sedih"
Setelah itu, aku dan Chelsea mengubur jenazah ibu dekat dengan makam nenek dan kakekku
***
JULIAN POV
Ayah sangat sedih dengan kematian ibu. Aku berusaha menguatkan ayah dan menerima kepergian ibu.
" Ayah! Relakan kepergian ibu! Aku yakin ibu tidak ingin melihat ayah bersedih"
Setelah dari pemakaman, aku mengantar ayah ke rumah. Kemudian aku dan Chelsea kembali ke apartemen
" Kau harus kuat dan tabah dengan kepergian ibu"
" Aku sudah merelakan kepergian ibu"
Chelsea memelukku dan aku membalas pelukannya
" Aku mohon jangan tinggalkan aku"
" Aku tidak akan meninggalkanmu"
Kemudian Chelsea mencium bibirku dan aku membalas ciumannya. Aku mulai membuka kancing pakaiannya begitu juga dirinya yang membuka kancing bajuku.
Lalu aku melepas celanaku hingga aku tak memakai apapun begitu juga dirinya yang melepaskan roknya hingga tidak memakai apapun.
Kemudian aku merebahkan tubuhnya diranjang sambil menciumnya.
" Aku mencintaimu"
" Aku juga mencintaimu"
***
1 bulan kemudian
JULIAN POV
Dokter menyatakan jika Chelsea hamil dan aku begitu senang mendengarnya
" Selamat! Istri anda hamil dan usia kandungannya memasuki 3 minggu"
" Terima kasih dokter atas informasinya!"
Kemudian Chelsea mengajakku memberi perlengkapan bayi dan aku menemaninya berbelanja kebutuhan bayi kami. Setelah selesai berbelanja, kami makan siang di restoran favorit kami.
" Rasanya aku ingin terus - terusan makan! Sepertinya ini karena pengaruh anak yang ada di dalam kandunganku"
" Aku senang kau banyak makan supaya bayi kita sehat"
Setelah selesai makan siang, aku mengantar Chelsea pulang ke apartemen dan aku kembali ke kantor.
" Hati - hati di jalan. Nanti malam aku buatkan makanan yang spesial untukmu"
" Baiklah sayang!"
Lalu aku mulai pergi menuju ke kantor
***
Beberapa bulan kemudian
JULIAN POV
Aku sedang menunggu Chelsea di depan ruang persalinan karena ia sedang melahirkan anak kami.
Tiba - tiba aku mendengar suara tangisan bayi dan aku begitu senang mendengarnya.
Dokter memberitahu jika Chelsea melahirkan anak perempuan dan aku diperbolehkan untuk menengok keadaan chelsea dan anakku.
" Anak kita begitu cantik!"
" Dia cantik sepertimu"
" Apakah kau ingin memberi nama untuk anak kita?"
" Aku ingin memberinya nama Kelly Mcfarland."
" Nama yang sangat bagus untuk anak kita"
Tiba - tiba Ayah dan Richard datang dan menghampiri kami
" Cantik sekali cucuku. Andaikan ibumu masih hidup pasti dia sangat senang memiliki cucu yang sangat cantik"
Ayah mencoba menggendong Kelly dan mencium keningnya.
" Selamat untuk kelahiran anakmu. Semoga kalian diberikan keturunan yang banyak!"
" Kau bisa saja!"
Setelah beberapa hari dirawat, akhirnya Chelsea diperbolehkan pulang bersama anak kami
***
11 tahun kemudian
Kelly tumbuh menjadi anak yang cerdas. Di usianya yang masih muda, ia berhasil menorehkan prestasi sampai tingkat internasional. Aku dan Chelsea sangat bangga memiliki anak yang cerdas seperti Kelly
Kami selalu berharap kebahagiaan akan selalu datang kepada keluarga kecil kami dan aku berharap bisa mendampingi Chelsea dan Kelly untuk selamanya