“Kamu ketemu Tommy? Di mana? Kok bisa?” tanya Rika beruntun begitu mobil Tommy meninggalkan area parkir kampus. Tidak seperti biasa, Nino hanya melengos begitu Rika bicara baik-baik padanya. Raut wajah pria itu mengeras, tidak terlihat seeperti Nino yang selama ini Rika kenal. Pria itu juga berjalan lebih dulu, tanpa basa-basi menunggu Rika atau apa. Melihat punggung Nino yang menjauh Rika menghela nafas berat. Kepalanya mulai merangkai berbagai prasangka yang selama ini ia yakini mengenai perasaan pria itu pada sahabatnya. Memikirkan itu membuat langkah Rika terhenti, gadis itu memutuskan berbalik dan mengambil jalan lain agar tidak harus memandang punggung Nino dari kejauhan. Tapi baru beberapa meter Rika melangkah, pergelangan tangannya justru ditahan hingga langkahnya terhenti. “Kok

