"Kamu nggak ke studio?" tanya Bela pelan. "Nggak, hari ini aku mau bantuin kamu di toko." Jawab Nuga sambil menggelengkan kepala. Mulutnya masih asik mengunyah brownis bikinan istrinya. Sedari tadi Nuga tidak berhenti mengunyah kue yang disajikan oleh istrinya. Rasanya yang enak membuat Nuga tidak rela kue itu tidak dinikmati. Pantas saja toko Bela selalu ramai pengunjung. Karena rasanya yang khas dan harganya yang ekonomis. Jelas saja ibunya Dokter Fahri menyukai kue Bela karena memang lezat. Nuga jadi merasa bangga karena menjadi istri Bela. Jarang sekali ada perempuan yang bisa menguasai segala bidang. "Kamu nggak makan nasi?" tanya Bela pelan. "Nggak. Aku makan ini aja udah kenyang." Jawab Nuga dengan lembut. "Sedikit pun tetep harus makan nasi, Mas." Kata Bela lirih. "Iya n

