Malam yang gelap dengan taburan bintang dan sepenggal bulan yang berada di langit hitam kota Surabaya. Gemerlap lampu rumah lantai dua yang menyala di sekitar rumah Bela memberikan pancaran cahaya. Dinginnya udara malam ini begitu menusuk kulit Bela hingga Bela harus merapatkan jaketnya. Suara burung hantu yang sesekali terdengar di telinga Bela. Bela duduk di kursi teras dengan tangan yang dia silangkan didada. Ditemani secangkir cokelat yang semula panas kini sudah menjadi dingin dan music jazz yang dia bunyikan dengan suara yang kecil karena tidak ingin mengganggu tidur Ibunya maupun tetangganya. Bela menatap ke arah pagar rumah berharap seseorang membuka pagar hitam tersebut. Tapi ternyata hingga saat ini belum juga ada seorang pun yang membuka pintu itu. Sudah sejak dua jam yang lal

