Nuga berdiri mematung menatap perempuan yang sedang duduk di salah satu bangku taman yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah. Sedari tadi matanya tidak pernah berhenti menyorot ke sana. Kakinya juga tidak pernah dia langkahkan sedikit pun. Bukan dia tidak ingin mendekati atau menghampiri perempuan itu, hanya saja hatinya merasa jika perempuan itu sengaja menghindarinya. Ya, Nuga sadar hal itu karena dia melihat Bela tidak membawa apa-apa, sedangkan tadi Bela mengatakan jika dia akan menebus obat untuk Ibu. Namun kini Nuga melihat tangan Bela tidak memegang apapun dan di samping Bela juga kosong. Nuga tidak tahu mengapa Bela seakan-akan tidak ingin berada di dekatnya. Entah hanya perasaan Nuga saja atau memang hal itu benar terjadi. Karena sikap Bela yang berubah dan tidak sehangat biasanya.

