75 | Longsor

1001 Words

"Eyang Pipi mau tanya, Nana sama Gav ingin punya adik atau tidak?" "Nana ingin, Eyang!" "Gavandra?" "Adiknya pelempuan tapi. Kalau pelempuan, Gav mau." "Oh. Kenapa memang kalau laki-laki?" "Kan, udah ada Nana." Benar, sih. "Tapi kalau adiknya ternyata laki-laki, gimana?" Eyang mimi ikut nimbrung. "Nanti jadi adiknya Nana aja." "Lho, ya, tidak bisa seperti itu konsepnya, Gav. Adik Nana akan menjadi adik Gavandra juga apa pun jenisnya." "Iya, Gav. Nggak apa-apa adik laki-laki juga. Kan, celu. Bica kita ajak main mobil-mobilan. Adik pelempuan, cih, nanti mainnya boneka. Gavandla mau main boneka?" Sambil haha-hihi. "Oh, ya. Besok kalian boboknya sama Eyang Pipi dulu, ya?" "Cama mami juga?" Gavandra menimpali. Mata jernihnya berbinar. "Nggak, dong. Sama eyang pipi dan Eyang Mimi a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD