Langit berjalan menghampiri sosok lelaki yang tengah lahap menikmati Burger di sebuah restoran siap saji. Ia menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuannya yang seperti kelaparan, “Ckckckk ... kasihan sekali anak hilang” cibir Langit yang kini sudah duduk disamping Bintang. Bintang melirik Langit sinis, tanpa perduli dengan kehadirannya ia terus melahap burger hingga gigitan terakhir. “Kenapa? Kenapa ingin bertemu denganku?” tanya Bintang, ia mengelap mulutnya dengan tissu. “Astaga, aku dibiarkan menunggu hingga makananmu habis dulu baru kau bicara? Ckck, menyebalkan!” ujar Langit melemparkan tissu bekas pakai ke arah Bintang. “Ada yang ingin aku tanyakan, ini soal Gendis” “Apa? Kenapa lagi dengan Gendis?” tanya Bintang ce

