“Ini semua gara-gara kamu, Bocah!” “Loh, kok Tisa, sih?” “Kalau kamu gak ngebosenin tidurnya, aku gak bakalan kesiangan, Bocah!” “Tapi–” “Udah, gak usah tapi-tapian! Mending kamu bantu aku buat nyiapin baju dn lainnya!” titah Bara. Pagi ini, Tisa harus berbesar hati karena lagi-lagi kena omel Bara. Kesalahannya sepele, dia lupa membangunkan sang suami. “Padahal, kan, Om Bara sendiri yang meluk Tisa erat banget. Kenapa malah sekarang jadi nyalahin Tisa? Dasar, Om menyebalkan,” dumel gadis itu sambil beranjak menuju lemari. Menyiapkan semua keperluan suami, walau bibirnya tak henti menggerutu. Setelah siap, ia pun berjalan menuju jendela dan menggeser hordengnya agar ada cahaya yang masuk ke kamar mereka. “Mana pakaianku, Bocah?” Bara bertanya tepat di belakang tubuhnya Tisa. “Ish!

