Akasia dapat melihat rumah, bukan. Lebih tepatnya sebuah bangunan layaknya istana yang megah, mulut Akasia menganga saat Ia hanya melihat puncak atapnya saja sudah semewah itu. Jalanan yang Ia lalui sudah begitu indah dengan halaman yang seperti lapangan saja. "K?" pria itu menatap Akasia dengan senyumnya, dan sialnya kenapa senyum K begitu manis di mata Akasia. Membuat pertanyaan yang sudah di ujung lidah Akasia kembali tertelan. "Uhm." Akasia semakin menganga dan melupakan pertanyaannya saat Ia sudah melihat pemandangan 100% dari bangunan yang begitu megah itu. Bangunan bergaya timur tengah berpaduan dengan segala yang mewah itu kini semakin dekat dengan pandangan mata Akasia. Semakin mendekat ke arah apa yang Ia lihat semakin membuat Akasia gugup luar biasa. Akasia meneguk salivanya

